Welcome Note

Dear Visitors,
Welcome to this blog. You may or may not find what you are looking for here. In anycase, feel free to look around and browse the content. This is basically a space for me to share what little that I know from my experience and from 'peeping' into others' blogs. Oh, the wonder of internet! I do hope you can get some 'things' from this blog. Enjoy and have a great life!

Sabtu, 18 Agustus 2012

Ilmu Pengetahuan Sosial - 2010.1 / Universitas Terbuka S1PGSD



RANGKUMAN MODUL 3
Kegiatan Belajar 1
IPS atau Ilmu Pengetahuan Sosial pada hakikatnya adalah sebuah proses pembelajaran ilmu-ilmu sosial yang menekankan pada segi kepraktisan dalam mempelajari, menelaah dan mengkaji gajala dan masalah sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat, serta melihat system kehidupan manusia di bumi dan tingkah laku sosialnnya dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya.
Tujuan utama dari pembelajaran IPS adalam untuk menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap tanah air yang terbentuk dari sejarah di masa lalu hingga kehidupannya di masa kini dan membantu membiasakan diri untuk melihat, menanggapi dan memecahkan masalah sosial yang terjadi di sekitar.
IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) dan IIS (Ilmu-ilmu Sosial) memiliki perbedaan yang mendasar namun tidak dapat dipisahkan. Proses pembelajaran IPS lebih menekankan pada segi praktis dalam mempelajari, menelaah dan mengkaji gejala dan masalah sosial, pada dasarnya perilaku manusia dalam situasi tertentu sementara IIS lebih berorientasi pada ilmu-ilmu teori tentang penelitian terhadap perilaku manusia secara langsung maupun tidak langsung.
Berikut adalah tabel persamaan dan perbedaan antara IPS dan IIS:
Persamaan
Perbedaan
IPS
IIS
Keduanya memiliki subjek dan objek yang sama yaitu mempelajari tentang perilaku manusia.

Keduanya memiliki ruang lingkup yang sama yaitu manusia dan konteks sosialnya.
Ø  Merupakan sebuah bidang kajian

Ø  Menerapkan pendekatan multidisiplin atau interdisiplin dengan menggunakan berbagai bidang keilmuan

Ø  Difokuskan sesuai untuk dunia persekolahan, pendidikan dari tingkat yang rendah

Ø  Selain berisi ilmu-ilmu sosial, penyajiannya juga mempertimbangkan aspek psikologis-pedagogis
Ø  Merupakan sebuah disiplin ilmu

Ø  Menerapkan sistem monodisiplin dari bidang ilmunya masing-masing


Ø  Cocok untuk pendidikan, perguruan tinggi dan masyarakat umum


Ø  Berisi tentang ilmu-ilmu sosial saja

IIS merupakan salah satu sumber pengembangan materi pembelajaran IPS, yang meliputi sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial termasuk ekonomi dan politik yang juga secara tidak langsung mempelajari tentang perilaku manusia. Ditambah dengan sejarah dan geografi yang merupakan faktor pembentuk yang turut menentukan perilaku dan sifat manusia yang ada pada saat ini, disamping bidang-bidang lainnya seperti teknologi, komunikasi, transportasi, dan lainnya.
Dalam mengembangkan materi dasar IPS, kita bisa berangkat dari pengalaman hidup dengan pendekatan kurikulum terpadu yang mampu menghubungkan berbagai konsep dari beberapa disiplin ilmu. Materi dapat dihubungkan dengan kehidupan nyata sehari-hari, melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipelajari. Materi yang dibawakan juga harus sesuai dengan tingkat perkembangan anak didik. MIsalnya bagi peserta didik tingkat sekolah dasar, tentunya pengalaman-pengalaman yang diambil mulai dari dirinya sendiri, keluarga, tetangga, lingkungan sekolah, dan masyarakat setempat. Untuk tingkat peserta didik yang tinggi seperti mahasiswa maka contoh-contoh kehidupan sosial dapat digali hingga kehidupan bernegara sampai menjadi bagian dari dunia.
Kegiatan Belajar 2
Konsep-konsep dasar IPS:
  1. Sejarah
  2. Geografi
  3. Ekonomi dan Koperasi
  4. Sosiologi
  5. Antropologi
  6. Politik dan Pemerintahan
  7. Psikologi Sosial

Dalam proses berpikir yang integratif, semua konsep dasar di atas sesungguhnya merupakan bagian yang berhubungan erat satu sama lainnya.

1.       Sejarah
Merupakan riwayat, asal-usul; proses, peristiwa, dan waktu terbentuknya suatu benda, diri atau fenomena. Sejarah dalam IPS membahas tentang hidup dan kehidupan manusia dalam konteks sosialnya.
Kunci pengertian sejarah  adalah masa lampau yang menjadi fakta yang dapat ditafsirkan, dianalisis, dan ditelaah secara dinamis maupun direkonstruksi guna memprediksi kecenderungan kejadian-kejadian di masa mendatang dan mencegah terulangnya kejadian yang tidak diinginkan.
Konsep-konsep dasar sejarah: waktu, dokumen, alur peristiwa (rententan peristiwa), kronologi (dinamika peristiwa), peta, tahap-tahap peradaban (misal tahap penguasaan teknologi maju), ruang, evolusi (peristiwa sejarah yang berlangsung dalam waktu yang lama), dan revolusi (peristiwa sejarah yang berlangsung dalam waktu yang cepat).
Pada abad XVIII, Emmanuel Kant, seorang filsafat Jerman menyatakan bahwa sejarah dan geografi merupakan ilmu dwitunggal, yang bermakna keduanya tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya karena saling berkaitan erat. Penelaahan suatu peristiwa berdasarkan dimensi waktunya, tidak dapat terpisah dari ruang waktu terjadinya. Sejarah menunjukkan kapan terjadinya suatu peristiwa dan geografi menunjukkan di mana peristiwa tersebut terjadi.
2.       Geografi
Secara harfiah berarti lukisan bumi (geo: bumi; graphein: tulisan atau lukisan). Geografi mempelajari sebab-akibat terbentuknya bumi dan menghubungkan bagian-bagian yang ada dengan ilmu kealaman. Juga bagaimana hal-hal tersebut mempengaruhi manusia dan dimodifikasi, diubah, dan diadaptasi oleh tindakan manusia.
Geografi berhubungan erat dengan pengalaman nyata kita setiap hari termasuk juga fenomena alam dan pengaruhnya terhadap perilaku manusia.
Persamaan dan perbedaan fenomena-fenomena yang terjadi dalam geosfer tersebut tidak terlepas dari hubungan dan interaksi unsur-unsurnya di permukaan bumi. Manusia termasuk dalam unsur biosfer dan merupakan faktor dominan terhadap lingkungannya.

Geografi berkenaan dengan:
1.       Geosfer/permukaan bumi
2.       Alam lingkungan, yaitu:
a.       atmosfer/lapisan udara
b.      litosfer/lapisan batuan-kulit bumi
c.       hidrosfer /lapisan air-perairan
d.      biosfer/ lapisan kehidupan
3.       Antroposfer/umat manusia
4.       Persebaran ke ruangan fenomena alam dan kehidupan termasuk persamaan serta perbedaannya
5.       Analisis hubungan serta interaksi ke ruangan fenomena-fenomenanya di permukaan bumi.

Konsep dasar geografi di SD: arah (mata angin), jarak, peta perbedaan waktu, sungai, gunung, dan lainnya.

3.       Ekonomi dan koperasi
Ekonomi berhubungan dengan Koperasi yang merupakan pendahulu perekonomian di Indonesia. Ekonomi merupakan tulang punggung penyelengaraan pemerintahan.

Ekonomi adalah studi tentang cara manusia memanfaatkan sumber daya modal, alam dan tenaga yang terbatas se-efisien mungkin untuk memenuhi beragam kebutuhan hidupnya yang seringkali tidak terbatas.

Dasar demokrasi ekonomi Indonesia tercantum dalam UUD 1945 pasal 33, yang menyatakan bahwa kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan. Koperasi, yang merupakan sebuah perkumpulan yang bertujuan memperbaiki sosial ekonomi anggotanya dengan cara saling membantu berdasarkan asas kekeluargaan, adalah sebuah bangunan perusahaan yang paling cocok dengan sistem perekonomian Indonesia.

Perdagangan adalah proses dan kegiatan ekonomi sebagai hasil dari sebuah hukum alam terjadinya kelebihan (surplus – berlaku sebagai produsen) di suatu kawasan dan kekurangan (minus – selaku konsumen) di kawasan lain sehingga diperlukannya suatu kegiatan demi pemenuhan kebutuhan. Biasanya juga diikuti proses produksi oleh pihak produsen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas objek yang diperdagangkan.

Keuntungan yang diperoleh sebagai nilai tambah dari kegiatan perdagangan maupun koperasi ini tidak semata-mata berupa keuntungan material atau keuntungan ekonomi, tetapi juga wajib memperhatikan keuntungan sosial.

Suatu kegiatan usaha/ekonomi memerlukan modal berupa alat produksi, gedung, lahan, keuangan dan, yang terpenting, Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dengan mental wiraswasta (jujur, disiplin, mandiri dan bertanggung jawab).

Sumber daya alam:
(i)                  Non renewable resources (Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui)
(ii)                Renewable resources (Sumber daya alam yang dapat diperbaharui)
Pengunaan Sumber Daya Alam (SDA), terutama yang tidak dapat diperbaharui, harus diutamakan untuk kepentingan orang banyak yang mendesak dan perlu dilakukan penghematan denga produktifitas yang maksimal secara efektif dan efisien. Penggunaan yang tidak terkendali akan menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem bahkan pemusnahan dan pada akhirnya mengancam kehidupan manusia secara global.

Alternatif pemanfaatan SDA melalui IPTEK turut mempercepat habisnya non renewable resources.

Peran serta guru IPS:
  1. Membimbing, mengarahkan, membina dan mengembangkan peserta didik untuk bermental wiraswasta
  2. Menyadarkan peserta didik pentingnya efisiensi dan efektifitas dalam pemanfaatan sumber daya alam demi kelangsungan hidup umat manusia
  3. Meningkatkan kualitas SDM Indonesia untuk dapat bersaing dengan angkatan kerja dari negara–negara lain

4.       Sosiologi
Merupakan studi ilmiah mengenai hubungan antar manusia atau interaksi sosial antar individu sesuai dengan peranan dan fungsinya dalam masyarakat. Setiap manusia tidak dapat hidup terisolasi dan perlu berinteraksi dengan pihak lain dalam konteks sosial, mulai dari lingkungan keluarga terdekat hingga ke lingkungan yang lebih luas.
Sifat manusia yang dinamis mendorong perkembangan dan perubahan dalam interaksi sosial tersebut dan terjadilah proses yang dikonsepkan sebagai sosialisali dan selanjutnya terjadi kemajuan yang dikonsepkan sebagai modernisasi.
Konsep-konsep dasar sosiologi:
  1. Interaksi sosial (hubungan antar manusia dalam konteks sosial sebagai anggota masyarakat): interaksi edukatif, interaksi ekonomi, interaksi budaya, interaksi politik, dll.
Hasil interaksi sosial berbagai pihak biasanya menjadi konsensus sosial atau kesepakatan sosial.
  1. Sosialisasi (proses penanaman nilai dan pembelajaran norma sosial bagi pembangunan kepribadian seorang individu muda). Proses ini senantiasa dialamai selama kepribadiannya terus berkembang.
  2. Kelompok sosial (kesatuan antar anggota masyarakat yang memiliki kesamaan, misalnya dalam ikatan pendidikan, kerja, ekonomi, suku bangsa, dll)
  3. Pelapisan sosial (strata/tingkatan dalam masyarakat, misalnya ekonomi lemah, sedang dan tinggi, dll)
  4. Proses sosial (perkembangan dalam konteks sosial masyarakat, misal: primitive menjadi modern, dll)
  5. Perubahan sosial (perubahan yang dialami oleh sebagian besar anggota masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan)
  6. Mobilisasi sosial (perubahan status perorangan maupun kelompok). Dapat terjadi secara vertikal – dari lapisan atas ke bawah atau sebaliknya, maupun horizontal – pergantian pekerjaan dari nelayan menjadi petani, dll.
  7. Modernisasi (proses dan perubahan sosial yang mengarah pada kemajuan masyarakat)
  8. Patologi sosial (penyakit masyarakat dan masalah-masalah sosial). Perlu dikaji secara mendalam untuk mencari alternatif solusinya.
  9. Konsep-konsep lain yang dapat digali dari kenyataan dan proses kehidupan sehari-hari.


5.       Antropologi, atau antropologi budaya yaitu bidang ilmu sosial yang khusus menelaah manusia dan kerjanya dalam arti kegiatan pikiran dan pemikiran manusia dengan perilaku sosial dan kebudayaannya.
Konsep-konsep dasar antropologi:
  1. Kebudayaan, berasal dari kata buddayah atau buddhi yang berarti budi atau akal.
Kebudayaan dalam hal ini mencakup bangunan, senjata, mesin, media komunikasi, perlengkapan seni, dan sebagainya, serta meliputi bahasa, tradisi, kebiasaan dan kelembagaan yang bersifat universal dan merupakan ciri masyarakat manusia.
Perbedaan mendasar antara manusia dengan makhluk hidup lain adalah bahwa manusia memiliki akal budi yang berkembang dan dapat dikembangkan, sehingga mampu menghasilkan kebudayaan yang beraneka ragam.
  1. Tradisi, adalah kebiasaan-kebiasaan yang terpola dalam masyarakat dan dikonsepkan secara turun-temurun dan sukar dilepaskan. Pengaruh kemajuan komunikasi dan informasi menyebabkan banyak terjadinya pergeseran dalam fungsi tradisi yang semula bernilai ritual kepercayaan menjadi sekedar silaturahmi atau bahkan hiburan semata.
  2. Pengetahuan
  3. Ilmu
  4. Teknologi
Ketiga konsep dasar di atas dalam kaitannya tidak dapat dipisahkan karena berhubungan erat satu sama lain dan dijadikan satu sebagai IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Ilmu adalah pengetahuan yang telah dipelajari dan pengembangan atas pengetahuan tersebut menjadi teknologi bagi manusia. IPTEK terkandung pada setiap lapisan kehidupan manusia, bahkan pada masyarakat yang paling sederhana sekalipun dengan kualitas yang sangat berbeda. Dengan memahami perbedaan ini, kita dapat lebih menghargai kehidupan masyarakat manapun.

  1. Norma, atau ukuran dan aturan kehidupan yang berlaku di masyarakat baik yang tertulis maupun tidak tertulis, membantu kita menghindarkan diri dari melanggar nilai-nilai perilaku dan kesopanan yang terdapat dalam suatu kelompok masyarakat tertentu.
Pranata merupakan sistem norma atau aturan-aturan mengenai suatu aktifitas masyarakat yang khusus.
  1. Lembaga, dimulai dari lembaga terkecil yaitu keluarga, yang memiliki fungsi majemuk sebagai lembaga ekonomi, pendidikan, peradilan, bahkan pemerintahan.
  2. Seni
  3. Bahasa, bukan sekedar rangkaian kalimat tetapi lebih bermakna sebagai alat pengungkap perasaan, pikiran dan komunikasi, untuk saling mengerti dalam masyarakat. Contohnya: bahasa anak, bahasa gaul, bahasa bisnis, bahasa isyarat, dan lain-lain.
  4. Lambang, berlaku sebagai cermin atau menunjukkan identitas seseorang maupun suatu. Misalnya seperti bendera kebangsaan (ciri suatu negara), monumen kepahlawanan (ciri seseorang), tanda pangkat, dll. Termasuk di dalamnya juga bahasa yang merupakan ciri suatu bangsa.
  5. Banyak hal serta fenomena yang dapat kita gali sendiri
6.       Politik dan pemerintahan
Kehidupan berpolitik senantiasa berhubungan dengan pemerintahannya. Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari teori, kiat, praktik kehidupan bernegara yang merupakan bagian dari hidup bermasyarakat, mempelajari Negara dalam melakukan tugasnya demi tujuan tertentu, mempelajari kekuasaan sebagai penyelengara dan kekuasaan memerintah Negara.

Pengertian pemerintahan dalam hal ini adalah penyelengara, pelaksana kerja operasional suatu Negara, atau aparat pelaksana Negara.

Sebagai sebuah NEGARA, Indonesia memiliki kriteria sebagai berikut:
  1. Wilayah nusantara: 8.117.250 km2  (daratan: 2.027.087 km2, lautan: 6.090.163 km2) dengan 17.656 pulau.
  2. Penduduk: lebih dari 2oo juta jiwa (sensus tahun 2000) dengan laju pertumbuhan 1,98 % per tahun.
  3. Pemerintahan: Negara Republik seperti dinyatakan dalan alinea keempat UUD 1945
  4. Kedaulatan: Rakyat seperti dinyatakan dalan alinea keempat UUD 1945

Berdasarkan alinea keempat itu juga dapat disimpulkan bahwa pemerintahan Indonesia menganut sistem demokrasi (bahasa Yunani, demos: rakyat, kratos:kekuasaan), berarti kekuasaan di tangan rakyat dengan memberikan wewenang kepada kepala Negara melalui MPR dan DPR.

UUD 1945 merupakan pokok utama atau induk dari segala peraturan, tata cara, upacara, pengaturan dan penyelengaraan bernegara serta berpemerintahan, yang pelaksanaannya terjabar dalam GBHN, peraturan daerah dan seterusnya.

7.       Psikologi sosial
Perilaku manusia dalam konteks sosial ini merupakan objek kajian psikologi sosial. Interaksi sosial dalam masyarakat pasti menimbulkan reaksi emosional sebagai fenomena kejiwaan, terdapatnya proses mental manusia sehingga terjadi peristiwa perilaku antarpersonal, berupa perhatian, minat, harga diri atau kemauan lainnya.
Dorongan untuk berinteraksi sosial tidak hanya dipengaruhi dari dalam (faktor kejiwaan) tatapi juga dari luar atau faktor lingkungan. Faktor lingkungan ini termasuk lingkungan social, yaitu manusia lain di sekitarnya; lingkungan budaya, yaitu: nilai dan norma peraturan yang berlaku; dan lingkungan alam, yaitu cuaca, air, ketinggian permukaan laut, dsb. Faktor-faktor ini sangat berpengaruh terhadap kebanggaan, harga diri, sikap mental, dorongan berprestasi, etos kerja, semangat hidup, serta kesadaran untuk mencapai keberhasilan dan meningkatkan diri dalam kehidupan sehari-hari.
Perpaduan antara mental psikologi (potensi diri) dan fisik biologis (rangsangan lingkungan) menjadi kepribadian seserang, yang terpancar dari perilakunya.
Konsep-konsep dasar psikologi sosial:
  1. Emosi terhadap objek sosial dan reaksi emosional serta pengendaliannya dipengaruhi oleh faktor internal (potensi) dan eksternal (lingkungan). Kesehatan jasmani dan rohani yang prima merupakan faktor pendorong pengembangan potensi psikologis seseorang. Diperlukan adanya pembinaan psikologis termasuk pembinaan agama untuk mendukung emosi yang terkendali.
  2. Perhatian dan Minat seseorang terhadap suatu benda, fenomena sosial, interaksi sosial dan lainnya berpengaruh pada perilaku sosial yang bersangkutan termasuk peningkatan dan pengembangan kualitas intelektual SDM tersebut secara optimum.
  3. Kemauan untuk memperoleh prestasi tinggi atau suatu cita-cita perlu didukung oleh Motivasi untuk mendorong kemauan tersebut.
  4. Kecerdasan dalam menanggapi persoalan sosial tidak hanya berupa kecerdasan afektif tetapi juga kecerdasan kognitif yang tidak mudah diukur.
  5. Penghayatan yang merupakan sebuah proses kejiwaan dengan perhatian mendalam dan tenang tentang sesuatu untuk mendapatkan kesan. Penghayatan yang mendalam akan meningkatkan Kesadaran kita tentang sesuatu tadi. Misalnya kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara, yang tidak cukup hanya dirasakan, dipahami dan dipikirkan, melainkan harus dihayati.
  6. Harga Diri dan Sikap Mental mencirikan manusia sebagia makhluk hidup yang bermartabat. Mengorbankan harga diri sama dengan menjatuhkan martabat kita sendiri, yang sering kali dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain.
  7. Kepribadian adalah pola karakteristik, sikap, kebiasaan yang dimiliki oleh individu, dibina secara mendasar dan secara sosial ditransmisikan melalui pola budaya di lingkungan sosialnya. Pendidikan sebagai salah satu faktor lingkungan, wajib memberikan pengaruh positif-aktif-kreatif terhadap pembinaan kepribadian tersebut.
  8. Fenomena kejiwaan lainnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar