Welcome Note

Dear Visitors,
Welcome to this blog. You may or may not find what you are looking for here. In anycase, feel free to look around and browse the content. This is basically a space for me to share what little that I know from my experience and from 'peeping' into others' blogs. Oh, the wonder of internet! I do hope you can get some 'things' from this blog. Enjoy and have a great life!

Minggu, 19 Agustus 2012

My Lotus Blossom Drawing

Hand-drawn
Intended to be used as background for this blog. But still cannot find the how-to. 




SCIENCE EXPERIMENTS - Red Beans (A Life's Journey)

SCIENCE EXPERIMENTS - Red Beans
A couple of months back I did an experiments with res beans. Planting them in a media of water (hydro-planting). Put a few beans in the glass container lined with paper.


In mere days the roots began sprouting first, followed by the stem. It's pretty amazing to see how those small roots and stems trying to squeeze their way up and down finding a space to grow. 

A few more days and they are out of the glass edge. Leaves standing tall, searching for sunlight. Roots digging deeper into the water at the bottom of the container. 

They grew taller...

 And yet, taller...

That's the end of them, though. After reaching the 'highest peak', the stems started to wither and fall. 
I guess life is like that. You're excited at the beginning, getting better and better, then without realizing, you are at the end of your journey. What have we done with our lives? What have we done to others? 
What have we done FOR others?
Beautiful!

Lihatlah kesempurnaan-mu. 
Tanpa membandingkan, alih-alih, rangkullah. 
Tiada seorangpun yang dapat menjadi kamu.

PEWARNA MAKANAN


Pewarna makanan merupakan benda berwarna yang memiliki afinitas kimia terhadap makanan yang di warnainya. Tujuan pemberian warna dimaksudkan agar makanan terlihat lebih berwarna sehingga, menarik perhatian konsumen. Bahan pewarna umumnya berwujud cair dan bubuk yang larut di air.
Ada 2 (dua) jenis zat warna yang biasa digunakan dalam pengolahan pangan, yaitu pewarna alami dan sintetis. Pewarna sintetis yang biasa digunakan dalam pengolahan pangan biasa disebut dengan ” Food Colour “.

·         Pewarna Makanan Alami (Food Colour)
Pewarna alami merupakan pewarna yang berasal dari tumbuh-tumbuhan atau hewan yang lebih aman untuk dikonsumsi.
Contohnya :
Karotenoid adalah kelompok zat warna yang meliputi warna kuning, oranye, dan merah. Biasanya terdapat pada tomat, wortel, cabai merah, dan jeruk. Sedangkan dari hewan terdapat dalam lobster dan kulit udang.

·         Pewarna Makanan Buatan/Pewarna Sintesis (Non Food Colour)
Pewarna buatan adalah pewarna yang biasanya dibuat dipabrik-pabrik dan berasal dari suatu zat kimia. Pewarna ini digolongkan kepada zat berbahaya apabila dicampurkan kedalam makanan. Pewarna sintetis dapat menyebabkan gangguan kesehatan terutama pada fungsi hati dalam tubuh kita.
Contoh-contoh zat pewarna sintesis yang digunakan antara lain indigoten, allura red, fast green, tartrazine.

Ciri-ciri visual yang dapat digunakan sebagai patokan dalam memilih makanan di pasaran, adalah sebagai berikut :
Pewarna Alami :
1. Warna agak suram
2. Mudah larut dalam air
3. Membutuhkan bahan pewarna lebih banyak (kurang mampu mewarnai dengan baik)
4. Membutuhkan waktu lama untuk meresap kedalam produk
Pewarna Non Food Colour :
1. Warna cerah sekali
2. Tidak mudah larut dalam air
3. Membutuhkan bahan pewarna lebih sedikit, karena dalam konsentrasi rendah sudah mampu mewarnai dengan baik.
4. Cepat meresap ke dalam produk
Makanan yang diwarnai dengan pewarna ”Non Food Colour” (bukan pewarna makanan) akan cerah sekali, karena pewarna cepat meresap kedalam produk. Biasanya tempat atau bejananya juga akan berwarna, sukar sekali dihilangkan meskipun telah dicuci. Begitupun bila kita pegang, maka bekas pewarna akan tetap menempel.
Ada beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk mencegah bahaya pewarna makanan di lingkungan keluarga dan lingkungan sekitar diantaranya :
·         Tanamkan pemahaman kepada anak-anak kita untuk tidak jajan sembarangan. Makanan yang dimasak di rumah tentu jauh lebih aman ketimbang jajanan yang kita tidak tahu proses pembuatannya seperti apa. Akan lebih baik jika anak-anak membawa bekal makanan/minuman sendiri dari rumah.
·         Mengkampanyekan agar bersikap hati-hati terhadap makanan/jajanan di luar rumah. Makanan/minuman dengan warna yang mencolok sebaiknya dihindari, karena ada kemungkinan menggunakan pewarna yang bukan untuk makanan. Lakukan kampanye ini kepada anggota keluarga, saudara, dan orang-orang di sekitar Anda.
·         Sekedar tambahan, ‘junk food’ yang digilai banyak orang di Indonesia, di negara asalnya justru sudah mulai ditinggalkan karena terbukti menimbulkan efek buruk terhadap kesehatan. Jadi, jangan alihkan anak-anak dari jajanan ‘biasa’ di sekitar kita ke junk food yang juga sama-sama berisiko membahayakan kesehatan.[amd]


Anak adalah pembeli yang potensial, pester powernya bisa memaksa orang
tua untuk membelikan sesuatu yang diinginkan meski kadang tak sesuai
yang dikehendaki orang tua. Termasuk juga dalam soal jajanan (snack).
Para produsen makanan ringan turut menjadikan anak sebagai sasaran
produk yang dihasilkan.

Karena anak-anak memiliki rasa keingintahuan yang besar terhadap
sesuatu, maka jajan buat anak kadang dijajakan dengan aneka cara. Baik
melalui iming-iming hadiah, kemasan menarik, rasa yang menggoda selera,
termasuk pula lewat gempuran iklan dahsyat ditelevisi yang menggoda.
Namun, tak semua jajanan anak aman untuk dikonsumsi. Salah satunya
adalah Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang dibubuhkan. Ambil contoh
misalnya penambahan zat aspartam yang dalam riset medis telah terbukti
menimbulkan kanker bila dikonsumsi dalam jangka panjang. 

Bahaya minuman bersoda


Bahaya minuman bersoda

Anda penyuka minuman bersoda? Mulai saat ini, berhati-hatilah. Anda harus tahu bahwa di balik sensasi rasanya yang menyegarkan, minuman bersoda menyimpan bahaya yang serius bagi tubuh.

Apa sajakah bahaya dari minuman bersoda tersebut?

Membahayakan Ginjal
Amerika Serikat melakukan penelitian mengenai bahaya tersebut terhadap 3256. Mereka rutin mengkonsumsi minuman bersoda minimal 2 kali sehari. Hasilnya, sebanyak 30% responden mengalami kerusakan ginjal dan penurunan fungsinya.

Menurut para ahli, hal ini terkait dengan kandungan minuman bersoda, yakni pemanis buatan, pewarna buatan, kafein, dan asam fosfat.

Meningkatkan Risiko Diabetes
Para penderita penyakit diabetes sangat dilarang untuk mengkonsumsi gula. Hal ini karena hormon insulin yang ada di dalam tubuhnya tidak cukup, bahkan tidak sanggup untuk mengubah zat gula tersebut menjadi gula otot (glikogen). Akibatnya, gula darah (glukosa) akan meningkat dan membahayakan. 

Ingat, diabetes juga merupakan salah satu penyakit yang bisa memicu penyakit yang lain, misalnya stroke dan kerusakan jantung koroner. Jika Anda banyak mengkonsumsi minuman bersoda, selain berpotensi menyebabkan diabetes, stroke dan kerusakan jantung korone juga bisa terjadi. Perlu dicatat bahwa penyakit diabetes timbul tak hanya karena faktor keturunan. Orang yang asalnya normal pun bisa menderita penyakit diabetes.

Meningkatkan Risiko Obesitas
Minuman bersoda kaya akan kalori. Kalori yang masuk ke dalam tubuh bisa meningkatkan risiko obesitas. Tak hanya bagi orang yang sudah dewasa, anak-anak bisa menderita obesitas.

Di Amerika Serikat, tingkat obesitas pada anak-anak sangatlah tinggi. Salah satu penyebabnya adalah minuman bersoda. Anak-anak di Amerika Serikat mengkonsumsi minuman bersoda layaknya meminum air putih. Setelah makan, mereka pasti minum minuman bersoda. Hasilnya, mereka banyak yang menderita obesitas.

Ingat, obesitas merupakan salah satu pemicu dari munculnya penyakit-penyakit lain. Di antaranya diabetes, stroke, kerusakan jantung koroner, dan berbagai penyakit serius lainnya.

Meningkatkan Risiko Tulang Rapuh
Salah satu kandungan minuman bersoda adalah asam fosfat. Dalam suatu penelititan, asam fosfat ini bisa menyebabkan penyakit kerapuhan tulang. Hal ini karena asam fosfat bisa melarutkan kalsium yang ada di dalam tulang. Akibatnya, tulang menjadi rapuh dan keropos.

Universitas Harvard pernah membuat penelitian mengenai hal ini. Mereka mengamati seorang atlet remaja pengonsumsi minuman bersoda dan yang tidak mengkonsumsi minuman bersoda. Hasilnya, atlet remaja pengonsumsi minuman bersoda mengalami patah tulang 5 kali lebih banyak daripada atlet remaja yang tidak mengkonsumsi minuman bersoda.

Meningkatkan Risiko Kanker Pankreas
Dalam suatu penelitian di Amerika Serikat, kandungan minuman bersoda dipercaya sebagai salah satu pemicu timbulnya kanker pankreas. Dalam penelitian tersebut, 87% responden yang minimal mengkonsumsi minuman bersoda 2 kali sehari mengalami peningkatan risiko kanker pankreas.

Penelitian dilakukan terhadap 60524 responden (pengonsumsi minuman bersoda) selama 14 tahun. Hasilnya, sebanyak 87% mengalami risiko kanker pankreas yang terlihat melalui gejala-gejalanya.

Meningkatkan Kerusakan pada Gigi
Dalam suatu penelitian, 3200 orang responden mengalami kerusakan gigi akibat mengkonsumsi minuman bersoda. Hal ini tentu saja akibat kandungan zat gula yang ada di dalam minuman tersebut. Tak hanya itu, asam fosfat juga turut memperburuk kerusakan gigi dengan cara melarutkan kalsium gigi.

Meningkatkan Ketergantungan pada Kafein
Minuman bersoda mengandung kafein. Zat ini sejak dulu dikenal sebagai zat yang mampu membuat orang ketergantungan. Meskipun kafein mempunyai efek positif terhadap tubuh, efek negatif kafein ternyata lebih banyak. Misalnya, membuat jantung berdebar, insomnia, tekanan darah rendah, dan lain-lain.

Setelah menyimak bahaya-bahaya minuman bersoda tersebut, ada baiknya Anda dan keluarga Anda segera mengganti menu minuman bersoda dengan minuman lain yang bermanfaat bagi kesehatan. Misalnya, susu kedelai, air putih, teh hijau, teh hitam, jus buah segar, atau yoghurt. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari risiko penyakit-penyakit serius yang mengancam tubuh.

Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?p=283229269  

Sabtu, 18 Agustus 2012

Enjoyed a game of Draw Something a couple of weeks back. Did this drawing for a friend. Took me forever (or at least, until I was urged by the game to finish soon as the time was almost up! haha). Anyway, I love this one the most as I am a Buddhist. Too bad I didn't get to save the one with the shining 'moon' behind the head.


Buddhang Saranang Gaccami

RPP Tematik kelas 2 / semester II - Tema: Binatang


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Tema                             : Binatang
Kelas/semester            : 2 / II
Waktu                            : 2 (dua) minggu, 8 kali pertemuan,
(8   x 3 jam pelajaran x 35 menit)

A.    Standar Kompetensi
Bahasa Indonesia
1.           Mendengarkan  : memahami pesan pendek dan cerita yang dilisankan
2.           Berbicara             : mengungkapkan secara lisan beberapa informasi yang berhubungan dengan cerita yang didengar
3.           Membaca            : memahami ragam wacana tulis dengan membaca nyaring dan membaca dalam hati
4.           Menulis                : menulis permulaan dengan mendeskripsikan binatang di sekitar dan menyalin puisi anak

IPS
Memahami peran dan komunikasi dalam lingkungan sosial dengan teman sebaya

IPA
Bumi dan alam semesta: memahami peristiwa alam dan pengaruh matahari bagi makhluk dalam kehidupan sehari-hari

Matematika
Bilangan: melakukan perkalian dan pembagian bilangan sampai dua angka

B.    Kompetensi Dasar
Bahasa Indonesia
1.            Mendengarkan    : menceritakan kembali isi cerita yang didengar
2.            Berbicara               : mendeskripsikan binatang dalam cerita sesuai ciri-cirinya dengan menggunakan kalimat yang mudah dipahami orang lain
3.            Membaca              : membaca nyaring teks sebanyak 15 – 20 kalimat dengan memperhatikan lafal dan intonasi yang tepat
4.            Menulis                  : mendeskripsikan binatang di sekitar secara sederhana dengan bahasa tulis
IPS
Mendemostrasikan peran dan komunikasi dalam lingkungan sosial dengan teman sebaya

IPA
Mendeskripsikan berbagai peristiwa alam di bumi
Mendeskripsikan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari
Mendeskripsikan sumber-sumber energi buatan, serta kegunaan energi listrik

Matematika
Bilangan:
·        melakukan perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua angka
·        melakukan pembagian bilangan dua angka

C.     Indikator
Bahasa Indonesia, peserta didik mampu:
Ø Menjawab pertanyaan sesuai dengan isi cerita yang didengarkan
Ø Menceritakan kembali dengan menggunakan kata-kata sendiri
Ø Menirukan gerak dan suara binatang tertentu
Ø Menjelaskan ciri-ciri binatang secara rinci (nama, ciri khasnya, suaranya) dengan pilihan kata dan kalimat secara runtut
Ø Mendeskripsikan ciri-ciri binatang oleh seorang teman dan teman lainnya menebak
Ø Membaca teks bergantian dengan teman sekelas
Ø Membaca teks dengan intonasi yang tepat dengan nada yang nyaring
Ø Menulis kalimat yang didiktekan dengan kata yang berhubungan dengan binatang dan alam sekitar

IPS, peserta didik mampu:
Ø Menceritakan keadaan lingkungan sosial di sekitarnya yang berhubungan dengan teman sebaya
Ø Memberikan contoh cara berkomunikasi yang baik dengan teman sebaya

IPA, peserta didik mampu:
Ø Menjelaskan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari
Ø Menyebutkan sumber energi buatan
Ø Memberi alasan penggunaan energi listrik

Matematika, peserta didik mampu:
Ø Mengenal arti perkalian sebagai penjumlahan berulang
Ø Mengenal arti pembagian
Ø Memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan perkalian dan pembagian

I.       Tujuan Pembelajaran
Bahasa Indonesia
Ø Peserta didik mampu mendengar, menyimak, dan menanggapi cerita yang didengarkan
Ø Peserta didik mampu menjawab pertanyaan lisan tentang cerita yang didengarkan
Ø Peserta didik mampu menceritakan kembali isi cerita yang didengarkan
Ø Peserta didik mampu menulis karangan singkat sederhana yang berhubungan dengan tema binatang

IPS
Ø Peserta didik mampu mengidentifikasi yang termasuk peran seorang teman dalam kehidupan sehari-hari
Ø Peserta didik mampu menceritakan tentang keadaan lingkungan sosial di sekitarnya yang berhubungan dengan teman sebaya
Ø Peserta didik mampu menceritakan cara berkomunikasi yang baik dengan teman sebaya
Ø Peserta didik mampu mengaplikasikan kemampuan komunikasi dengan teman sebaya dalam kehidupannya sehari-hari
Ø Peserta didik mampu menyebutkan akibat yang ditimbulkan dari komunikasi yang salah/ kesalahpahaman dengan teman sebaya

IPA
Ø Peserta didik mampu menyebutkan berbagai sumber energi alam dan buatan
Ø Peserta didik mampu menyebutkan kegunaan energi bagi makhluk hidup
Ø Peserta didik mampu menyebutkan pengaruh matahari bagi bumi
Ø Peserta didik mampu menyebutkan pengaruh matahari bagi makhluk hidup
Ø Peserta didik mampu menyebutkan akibat yang ditimbulkan jika tidak ada sumber energi

Matematika
Ø Peserta didik mampu menyelesaikan perkalian sebagai penjumlahan berulang
Ø Peserta didik mampu menghitung perkalian sampai 5 x 10
Ø Peserta didik mampu menyelesaikan pembagian sebagai pengurangan berulang sampai habis
Ø Peserta didik mampu mengaplikasikan perkalian dan pembagian ini dalam kehidupan sehari-hari

II.     Langkah – langkah            (3 x 35 menit)                                                Waktu                                                                                                                        (menit)

A.    Kegiatan Awal                                                                                             15
Ä Memeriksa kesiapan kelas (kerapihan, kebersihan, kelengkapan atribut dan alat tulis)
Ä Berdoa (jika pelajaran pertama)
Ä Memberi salam
Ä Mengabsen peserta didik
Ä Bercerita atau mengajukan pertanyaan yang mengacu pada materi yang akan disampaikan
Ä Menginformasikan materi yang akan diajarkan
75
 
 

B.     Kegiatan Inti
Ä Guru memperlihatkan alat peraga berupa boneka   tangan berbentuk binatang dan meminta peserta didik untuk menyebutkan nama-nama binatang yang mereka ketahui beserta bunyi khasnya
Ä Peserta didik menyimak cerita yang disampaikan oleh guru secara lisan dengan menggunakan alat peraga tersebut
Ä Peserta didik menanggapi cerita yang didengar. Saat bercerita guru juga berusaha untuk menarik keterlibatan peserta didik dalam:
§  mengeluarkan bunyi khas sesuai dengan binatang yang diperagakan
§  menebak jawaban atas pertanyaan dari salah seorang tokoh cerita
Ä Guru memberikan stimulus respon terhadap peserta didik tentang kesopanan dalam lingkungan sosial
Ä Peserta didik menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru sehubungan dengan cerita yang baru didengar
Ä Peserta didik menceritakan kembali cerita yang baru didengar dengan bahasanya sendiri yang sederhana dan ditanggapi oleh peserta didik / kawan lainnya
Ä Guru bertanya dan peserta didik:
Ü menyebutkan contoh berbagai sumber energi dalam kehidupan sehari-hari
Ü menyebutkan beberapa contoh sumber panas dan cahaya
Ü menyebutkan contoh pengaruh dan kegunaan panas dan cahaya matahari bagi bumi dan makhluk hidup sesuai yang disebutkan dalam cerita dan menambahkannya dengan pengetahuannya sendiri
Ä Guru memberikan contoh soal yang berhubungan dengan perkalian hingga 5 x 10 melalui media peraga (boneka tangan). Peserta didik menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan perkalian hingga 5 x 10
Ä Guru memberikan contoh soal yang berhubungan dengan pembagian. Peserta didik menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan pembagian dua angka
25
 
 

C.     Kegiatan Akhir
1.     Guru memberikan beberapa pertanyaan sebagai penguatan sejauh mana materi dapat diserap dan dikuasi oleh peserta didik (post test)
2.     Guru memberikan penilaian secara : tertulis, lisan, perbuatan
3.     Guru memberikan tugas berupa portofolio, lembar pengamatan, dan observasi

III.  Alat Pembelajaran dan Sumber Belajar
ü Buku Paket Tematik
ü Alat peraga (boneka tangan)
ü Media cetak (gambar)
ü Media elektronik (video, LCD proyektor)
ü Lingkungan sekitar
ü Kreatifitas guru

IV.  Penilaian
1.        Teknik Tes
            Tes dan non tes
2.        Bentuk Tes
      Lisan :
1.     Keberanian menirukan suara dan bercerita
2.     Ketepatan menjawab pertanyaan singkat
3.     Keseriusan dan konsentrasi dalam menyimak pertanyaan
      Tertulis :
1.     Isian
2.     Pilihan Ganda
3.     Esai/uraian
4.     Tes perbuatan
5.     Portofolio
6.     Tugas lain

3.  Instrumen Tes
      1. LKS
      2. Lembar observasi

V.    Materi Pokok
Bahasa Indonesia
Bacaan pendek tentang binatang (mendengarkan cerita)

IPS
Lingkungan sosial di sekitar

IPA
Sumber energi dan kegunaannya
Pengaruh matahari bagi bumi dan makhluk hidup

Matematika
            Perkalian sebagai penjumlahan berulang, sampai 5 x 10
Pembagian sebagai pengurangan berulang hingga habis

VI.  Metode Pembelajaran
v Demonstrasi (bercerita)
v Ceramah klasikal
v Tanya jawab
v Diskusi kelas
v Pemberian tugas
v Latihan soal

Batam, Mei 2011
Guru Kelas


Yenny Lies


Lampiran (1) Soal / Pertanyaan
Ø Lisan:
Ø Menjawab pertanyaan singkat
                   Bahasa Indonesia
§  Siapa yang tahu ini binatang apa? (guru bertanya sambil mengeluarkan boneka tangan berbentuk bebek/ayam/kucing/dll atau berupa gambar)
§  Bagaimana bunyinya? (kwek-kwek/petok-petok/meong/dll)
§  Siapa yang bisa menirukan suara bebek/ayam/kucing/dll?
§  Bentuk pertanyaan divariasikan: Kalau yang ini binatang apa namanya?/Nah, kalau yang ini binatang apa ya?/Kalau yang bunyinya kukuruyuk?, dll.

IPA
§  Apakah matahari berguna bagi manusia/binatang/tumbuhan? YA
§  Apa gunanya? Memberi cahaya, energi
§  Si Mumu (sapi) tidak suka dengan matahari, mengapa? (matahari panas) Apakah sikapnya benar? (Tidak) Mengapa? Panas matahari berguna bagi kita)
§  Selain matahari, apakah kita mempunyai sumber tenaga/energi yang lain? (Ya, ada). Apa contoh sumber energi buatan? (Listrik)
§  Apa guna tenaga listrik bagi kita? (Untuk lampu/penerangan, setrika, televisi, dll)

IPS
§  Kalau ada teman kita yang memberi salam, kita harus bagaimana? Membalasnya
§  Supaya disukai teman, kita harus bersikap bagaimana? Sopan dan ramah

Matematika
§  Berapa biasanya jumlah kaki seekor kambing? 4
§  Jika ada 10 ekor kambing, berapa jumlah kaki semua kambing tersebut?
10 x 4 = 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 40

Ø    Bercerita
§  Siapa yang masih ingat dengan cerita ibu guru tadi? (sesuai tanggapan peserta didik)
§  Siapa di antara kalian yang suka sama kucing? (peserta didik menunjuk jari dan guru memilih salah satu peserta didik untuk maju ke muka kelas)
§  Coba kamu ceritakan pada teman-teman, mengapa kamu suka kucing? (sesuai jawaban peserta didik)
§  Siapa yang berani memberi tebak-tebakan tentang binatang pada teman-temannya? (sesuai tanggapan peserta didik)

Ø    Membaca
§   Ayo kita buka buku cetak halaman 37. Di sana ada sebuah cerita menarik yang berjudul “Angsa yang Malang”. Mari kita baca bersama. Ikuti contoh dari Ibu ya…
§   Nah, sekarang coba (guru memanggil salah satu nama peserta didik) baca alinea pertama… (dan seterusnya secara bergantian dengan peserta didik lain)

Ø Tertulis: pilihan ganda, isian singkat, esai
Pilihan ganda, contoh soal:
1.     Ibu membeli sepuluh ekor ikan. Lalu membaginya kepada saya dan kakak sama rata. Jadi saya dan kakak masing-masing menerima ikan ……… ekor. (matematika)
a.   dua                             b. tiga                                    c. empat                    d. lima
Kunci: A

2.     Matahari membantu tumbuhan untuk ……….. (IPA)
a.   pindah                       b. layu                       c. mati                        d. tumbuh
Kunci: D

3.     Kepada teman kita harus bersikap ……. (IPS)
a.     kasar                b. sopan            c. sombong                    d. masa bodo
Kunci: B

4.     Binatang ini biasanya berwarna hijau dan memiliki empat kaki. Ia dapat hidup di darat dan di air. Jika musim hujan, ia sering berbunyi kwok kwok. Ia adalah ….. (Bahasa Indonesia)
a.     katak              b. bebek                    c. burung                  d. ular
Kunci: A

       Isian singkat, contoh soal:
1.     Binatang yang biasa bersuara kwek-kwek adalah bebek (Bahasa Indonesia)
2.     Matahari berguna bagi tumbuhan untuk membuat makanan. IPA
3.     Jika bertemu teman, kita harus memberi salam (IPS)
4.     Lima ekor kambing memiliki 20 kaki. (matematika)

       Esai/uraian, contoh soal:
1.       Binatang apa yang paling kamu sukai? Mengapa kamu menyukainya? (Bahasa Indonesia)
Jawaban sesuai pilihan peserta didik dilengkapi dengan alasan yang logis menurut pemikiran peserta didik

2.       Seekor ayam betina bertelur sebanyak 3 butir perhari. Setelah ayam itu bertelur selama 5 hari, berapa butir telur yang ada semuanya? (matematika)
Jawab: 5 x 3 = 3 + 3 + 3 + 3 + 3 = 15
Jadi telur yang ada semuanya adalah 15 butir.

3.       Sebutkan 3 manfaat matahari bagi manusia! (IPA)
Jawaban (minimal 3 macam):
² Memberikan cahaya/terang (membuat kita dapat melihat sekeliling)
² Untuk menjemur/mengeringkan pakaian
² Membuat tumbuhan subur (yang digunakan untuk makanan bagi manusia)
² Mengandung vitamin D (yang berguna untuk pertumbuhan tulang)
² Dan jawaban lain yang sesuai

4.       Bagaimana kita harus bersikap jika bertemu dengan teman di jalan?
Jawaban (minimal 1 macam):
² Memberi salam
² Memberi senyum
² Bersikap sopan
² Bersikap ramah
² Dan jawaban lain yang sesuai

Ø Perbuatan: menirukan gerak dan suara binatang tertentu
Guru atau seorang teman menyebutkan jenis binatang tertentu dan teman lainnya menirukan bunyi khasnya.
Misalnya:
v bebek                    à kwek kwek kwek
v ayam betina        à petok petok
v ayam jantan        à kukuruyuk
v kucing                   à meong
v sapi                        à mu… mu…                     
v ular                        à sssshhh 
dan sebagainya

Ø Portofolio berupa gambar binatang kesukaan
Peserta didik ditugaskan untuk menggambar seekor binatang yang disukainya dan menuliskan nama binatang tersebut di bagian bawah gambar serta menulis karangan singkat tentang deskripsi binatang tersebut dan apa mengapa peserta didik menyukainya
Contoh soal:
Gambarlah binatang yang kamu sukai sesuai dengan ciri-cirinya dan tuliskan mengapa kamu menyukainya! (IPA dan Bahasa Indonesia)
Hasil kerja sesuai dengan kreasi peserta didik yang menunjukkan ciri-ciri khusus binatang tersebut, misalnya bebek: paruhnya tumpul, bersayap, berkaki dua dan berselaput, dll. Dilengkapi dengan keterangan alas an peserta didik menyukai binatang tersebut.

Ø Tugas lain: kliping gambar binatang beserta namanya (IPA)
Peserta didik ditugaskan untuk mengumpulkan beberapa gambar binatang dan menempelkannya pada selembar kertas dan menuliskan nama-nama binatang tersebut di bawah gambar.